Archive for the ‘DuniaKuDuniaMuDuniaKita’ Category

Dear diary……

Itu kata-kata pembuka yang biasa ditulis orang-orang yang punya buku diary. Dulu waktu jaman SMP sepertinya lagi booming yang namanya diary, mungkin sampai sekarang juga masih ada yang sering nulis di diary.

Buat saya, diary yang satu ini lain dari buku diary kebanyakan….. namanya buku “Diary Keuangan”

3 Tahun sudah saya curhat keuangan di Diary ini, Alhamdulillah….. Diary ini sudah banyak membantu saya membuat alokasi-alokasi dan rencana pengeluaran dan pemasukan keuangan setiap bulannya. Berkat Diary ini, saya bisa punya Nyai EOS, bisa beli si Merah antik, dandanin si Vejo, bisa liburan ke Belitung, bisa bantu-bantu orangtua, bisa bikin alokasi buat masa depan, dan alhamdulillah… berkat Diary ini juga saya bisa berangkat Umroh.

Dear Diary……. mudah-mudahan kamu gak bosen ya jadi tempat curhat saya, target berikutnya kamu bukan cuma jadi tempat curhat keuangan pribadi aja, tapi jadi tempat curhat keuangan keluarga, aamiin.

Si Vejo….

Posted: April 29, 2011 in DuniaKuDuniaMuDuniaKita

Ini dia Sahabat setia dari jaman SMA, perkenalkan namanya “Vejo” alias “Vespa Hejo”

Dia sudah menemaniku hampir 12 tahun lamanya, mulai dari masih amburadul ampe gaya terakhir seperti sekarang ini.

Vejo sudah banyak berjasa selama perjalanan hidup saya ini, mulai dari mengantarkan saya pulang pergi rumah-kampus tanpa lelah, jadi lemari baju dan lemari buku pas jaman kuliah, mengantarkan teman kesana kemari. Dan yang paling tidak terlupakan adalah berpetualang bersama si Vejo.

Banyak tempat yang sudah dikunjungi dan dijelajahi bersama Vejo, mulai dari Ciwidey, Pangalengan, Puncak Bogor, Garut, Tasik, Sukabumi dan yang terjauh ampe ke Jogja. Juara lah pokoknya si Vejo ini.

Vejo adalah tempat curhat favorit saya, kalau lagi gundah, lagi banyak masalah, atau lagi ingin menyendiri, Si Vejo setia menemani saya sepanjang malam mengelilingi kota bandung atau semalaman pergi entah ke mana dan berakhir di suatu tempat yang sunyi,. Berbicara dan bercerita sepanjang jalan ke si Vejo dan mencurahkan semua unek-unek ke Vejo biasanya selalu berhasil membuat saya merasa lebih nyaman dan tenang…… Walau kadang ngeselin juga si Vejo kalau udah rewel. Pernah si Vejo pundung dan saya harus ngedorong Vejo dari daerah Cimbuleuit samapi ke rumah, malam hari dan hujan pula, hahahaha ….¬† Pokoknya Vejo is d’best lah.

Terkadang ketika di jalan, pas berhenti di perempatan atau lagi macet, banyak yang bertanya dan mencoba menawar untuk membeli si Vejo….. “waduh, maap pak…saya gak akan menjual Vespa ini…” terlalu banyak nilai historisnya.

Sekarang ini dia masih setia menemani saya berpetualang di Ibu kota, tiap hari mengantar saya dari kosan-kantor.Kesetiaan Vejo emang luar biasa, hehehehe

Sampai kapan Vejo akan selalu setia???? Sampai kapan Vejo akan terus jadi tempat curhat??? mudah-mudahan bisa selamanya ya Jo, karena saya ingin mewariskan si Vejo ini ke anak saya nantinya. Biar historisnya terus dijaga, hehehehe

Seketika saya teringat akan masa-masa kehidupan di kampus. Kurang lebih 5 tahun lamanya saya hidup di kampus Ganesha 10, begitu banyak hal dan pengalaman menarik yang saya dapatkan. Pengalaman itu bukan hanya dari bangku kuliah, pengalaman saya justru lebih banyak saya dapatkan dari luar ruangan kuliah, lab, ato ruang praktikum. Saya banyak mendapatkan pengalaman dari kehidupan berorganisasi dan kehidupan kampus.

Selama 5 tahun hidup di kampus, hampir setiap hari saya hidupnya di kampus, makan, tidur, mandi bahkan terkadang mencuci pakaian pun di kampus. Bisa dibilang 80% kehidupan saya selama kuliah saya habiskan di kampus, 10 % di rumah dan 10 % lagi berkegiatan diluar.

Pernah suatu pagi saya bertemu dengan Ibu sahabat saya dari SMA. Saat itu saya habis menginap di kampus, dengan hanya mengenakan kaos oblong warna biru, celana kain batik panjang dan sandal jepit saya berkeliaran di kampus pagi-pagi (belum mandi pula….hehehehe). Pas ketemu Ibu sahabat saya itu, si Tante dengan spontan terkaget-kaget melihat kondisi saya yang sangat kacau dimatanya. “Priiiiiii….. kamu tuh kuliah ato mau narik kuda…??!?!?!?!?! ” , hahahahaha, saya pun hanya bisa tersenyum dan tertawa mendengar candaan si Tante. “ya kuliah lah Tante….tapi emang kadang saya narik kuda juga kalo lagi iseng, hehehehehe.” jawab saya sambil bercanda. Pagi itu saya memang mau masuk kelas, karena ada kuliah pagi tapi semalamnya habis begadang, terlambat bangun, gak sempet mandi dan gak bawa baju ganti. Jadi saya kuliah hanya mengenakan kaos oblong, celana batik panjang dan sandal jepit….hehehehe. Itulah salah satu gambaran kehidupan saya di kampus.

Sisi lain kehidupan saya di kampus adalah kehidupan malam, bukan jadi pria malam yah, hehehe. Siang hari saya kuliah, sore mengajar les privat untuk nambah-nambah biaya kuliah dan untuk biaya jalan-jalan, maklum lah namanya juga mahasiswa. Makanya, saya menambah jam hidup saya di kampus di malam hari a.k.a begadang.  Biasanya saya begadang untuk menyelesaikan Tugas Akhir, kumpul-kumpul dengan teman-teman membicarakan kemahasiswaan, yang paling sering begadang ngobrol-ngobrol mengenai LSS.  Beruntunglah pada jaman saya kuliah, warung-warung di gelap nyawang buka sampai larut malam, kadang sampai subuh. Warung Ayam Cola si Rudi dan Warung Alm. Babeh adalah dua tempat favorit saya untuk ngobrol-ngobrol hingga larut malam ato subuh (biar sekalian sholat subuh di mesjid salman). Satu lagi tempat yang sering saya jadikan tempat iseng makan di tengah malam adalah Gorengan Uwa. Di Gorengan Uwa inilah saya paling sering mampir dan ngobrol-ngobrol dengan si Uwa, kadang ngobrol sampai subuh hanya untuk menemani si Uwa jualan gorengan, kadang mengangkat gorengan Uwa yang udah gosong karena tertidur, ato membangunkan si Uwa di waktu subuh.

Selain itu, masih banyak teman-teman saya ngobrol dimalam hari, ada Satpam-satpam yang dines malam, penjaga-penjaga Altim dan Albar, Abuy, petugas kebersihan kampus bahkan termasuk si Dona Artis kampus yang paling terkenal. Dari mereka saya banyak belajar banyak hal, terutama tentang hidup, kesederhanaan, mimpi, dan yang paling berharga adalah tentang rasa bersyukur. Dari merekalah saya banyak mendapat nasihat tentang pentingnya bersyukur atas apapun yang saya jalani dan saya dapatkan. Dari mereka juga saya banyak mendapat dorongan dan do’a untuk bisa mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpi saya. Alhamdulillah, sebagian mungkin karena doa dari mereka lah saya bisa menjadi seperti saat ini.

Saya pun berniat pada diri saya sendiri, suatu saat saya ingin berbagi dengan mereka semua. Saya ingin mengadakan syukuran kecil-kecilan, makan-makan santai di Aula Timur atau barat ITB. Kapan lagi coba bisa meendapatkan akses gratisan ke Albar atau Altim kalo gak kenal ama mereka. Saya juga pernah berniat untuk membelikan jaket baru dan kupluk baru buat Uwa, sebagai salah satu rasa terimakasih kepada Uwa.

Dua niatan itulah yang saya anggap sebagai janji. Ternyata Janji itu sekarang menjadi Janji yang terlupakan…. Astagfirullah…. maapkan hamba ya Allah, selama ini saya terlupakan akan janji saya untuk berbagi dengan mereka, orang-orang hebat dengan kehidupannya, orang-orang hebat dengan kesederhanaannya, dan orang-orang hebat dengan rasa bersyukurnya.

Mungkin beberapa mimpi dan cita-cita saya tertunda atau terhambat untuk terwujud karena saya punya 2 janji yang terlupa ini…….. Astagfirullah ‘aladzim. Mudah-mudahan saya masih diberi waktu dan umur untuk memenuhi dan membayar janji saya ini, Aamin.

Biola dan mimpiku…..

Posted: November 9, 2010 in DuniaKuDuniaMuDuniaKita

31148 1492023306942 1424803981 3063555 3197406 n

Waktu saya masih kana-kanak, saya sangat ingin sekali punya biola dan bisa main Biola, tapi karena keterbatasan dana dan fasilitas, akhirnya saya harus mengubur mimpi saya ini dalam-dalam.

Seiring berjalannya waktu, di usia saya yg mulai menginjak masa remaja (padahal remaja lapuk…hehe) saya ingin kembali mewujudkan mimpi untuk memiliki dan belajar memainkan biola. Akhirnya, saya memutuskan untuk membeli Biola dan akan daftar Les Biola di dekat kosan (kebetulan di daerah Benhil ada tempat kursus Biola).

10 April 2010 menjadi salah satu hari bersejarah. Saya menghadiahi diri saya sendiri di Ulang tahun yg ke-25 sebuah Biola…. Yeaaaaaah Alhamdulillah, akhirnya saya berhasil mewujudkan mimpi memiliki sebuah Biola, dan saya beri nama Biola itu Mona , diambil dari potongan merk Biola itu, hehehehe

Si Mona pun langsung saya ajak ke ibukota, tiap sore sepulang kerja saya berlatih main biola minimal setengah jam, tetapi belajar autodidak itu tak semudah yang saya bayangkan, hahahaha…. akhirnya saya memutuskan untuk mendaftar les biola di Purwacaraka Music Studio. Namun apa boleh dikata, ketika akan mendaftar les, ternyata Purwacaraka yang cabang Benhil sudah pindah….hiks…hiks…. sesaat meluntur juga semangat untuk main biola.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya 4 Oktober 2010 akhirnya saya resmi terdaftar sabagai anggota sekolah music Purwacaraka Studio. Jadwal les Biola setiap senin sore.

Yuhuuuuuuuu…… akhirnya terwujud juga mimpi belajar main Biola. Sekarang dah hampir satu bulan saya belajar biola secara resmi, sudah banyak kemajuan yang berarti. Cara memainkan Biola yang baik dan benar pun sudah saya terapkan, gak asal bunyi ngek-ngok-ngek-ngok seperti disaat awal saya belajar sendiri, hehehehe

Sebegitu semangat dan antusiasnya saya main biola, sampai-sampai kamar kosan sebelah sedikit komplein. Katanya suara biola saya kaya **Tikus kejepit** hahahahaha….. tak apalah, namanya juga masih tahap belajar.

Sampai saat ini saya baru bisa memainkan lagu Hymne PLN, Mars PLN, Ibu Kita Kartini walaupun semua lagu yang saya mainkan itu masih belum bisa saya mainkan secara sempurna, tapi sampai saat ini saya puas dan bangga dengan pencapaian ini.

Sekarang saya lagi belajar lagu If we hold on together. semakin hari rasanya saya semakin semangat berlatih biola…… benar-benar hal yang sangat menyenangkan ketika kita bisa mengejar mimpi-mimpi kita. Dan tak pernah ada kata terlambat untuk mengejar mimpi.

Suatu saat, ketika saya sudah berkeluarga dan punya anak. Saya akan sangat bahagia ketika nanti saya bisa mengajarkan sendiri anak saya memainkan biola. Biola ini akan saya jaga dan akan saya wariskan untuk anak-anak saya.

DSC01655…….. Boleh percaya, boleh juga nggak…. tapi jaket ini beneran seberat 15 Kg loh.

Jaket ini merupakan hadiah ulang tahun dari seseorang, yang ngasih kado juga kayanya nyadar kalo jaket ini pasti gak akan muat di badan saya…. (hahahahaha dasar).

Jaket ini saya dapet tgl 15 April 2008, tapi sejak tanggal itu….jaketnya baru dipake sekali, pas tanggal 22 juni 2008 waktu Pagelaran LSS ITB.

Abis itu saya berangkat ke Bogor untuk mengikuti Diklat Pra-Jabatan PLN kurang lebih 3 bulan lamanya. Selama pelatihan semua peserta gak boleh pulang ke rumah (padahal Bogor-Bandung kan cuma 3 jam doang).

Selama di bogor, saya Olahraga…. tiap hari lari pagi dan sore naik turun dari mess ke tempat makan yang rutenya naik turun, lumayan lah 4 kali bolak-balik tepar… hehehehe.

Nah, ketika masa pelatian selesai…. saya heran, pertama…. celana Jins yg saya pakai waktu berangkat pelatihan sekarang jadi melorot pas di pake, kemeja juga jadi longgar…. yang lebih heran lagi, pas beres pelatihan, saya gak langsung pulang ke rumah tapi malah ke kampus….(kangen ama temen2 dan LSS). Pas di kampus, semua temen2 dan adik2 pada bilang “Kang Pria kok kurus banget sih???” . saya kaget dong, perasaan bisa2 aja deh. Pas nyampe rumah, ibu saya bilang “Kamu diapain aja di Bogor ampe kurus gini??” wah-wah, ibu saya juga heran kenapa saya jadi kurus.

Akhirnya, besoknya saya nimbang berat badan deh, ternyata…pas ditimbang berat saya turun 15 Kg, yg tadinya 85 Kg jadi 70 Kg…. woooow….. gila bener.

Pas nyadar kalo badan ini kurusan, langsung inget ama jaket ini. Soalnya dulu pernah ada niat buat ngebingkai aja jaket ini, terus ntar bakal di warisin ke anak saya nanti, biar gak mubazir. ternyata, jaket ini jadi muat,hehehehe….

jadi inget pesen yg tertulis di Kadonya, “Kalo jaketnya gak muat, berarti kamu mesti diet Pri.” hahahahaha…. ternyata saya gak sengaja diet.

Maksih ya buat yang udah ngasih kado ini……….