Berkah obrolan Buka puasa bareng….

Posted: August 5, 2011 in sepenggal pemikiran

Kemaren saya ama Mahmuy mengajak teman-teman LSS yang di Jakarta untuk buka puasa bareng di Semanggi. Pengumuman untuk buka bareng pun kita bikin di BB group ama Plurk. Tapi gak semua anak-anak LSS yang di Jakarta bisa ikut acara buka bareng itu, hanya 6 orang yaitu saya, Muy, Njul, Puput, Budi ama Uhe.

Kita janjian ketemu ba’da maghrib, biar makan-makannya gak keburu-buru dan bisa ngobrol santai. Tadinya kami berlima minus si Uhe, dia datangnya telat…. macet katanya, maklum ibukota gak pernah lepas dari kata macet. Kami ngobrol kesana-kemari dan sepakat gak ngobrolin tentang LSS, kebiasaan yang selalu aja ada kalo kita lagi ngumpul-ngumpul pasti aja ada obrolan tentang LSS. Tapi malam itu kita ngobrol bercanda kesana-sini, tentang kerjaan, rejeki di tempat kerja masing-masing, ngebahas penggunaan BB android ama iphone ampe ngobrolin juga masalah jodoh.

Sampai satu titik, tiba-tiba topik obrolan kita beralih tentang orang yang munafik. Berawal dari obrolan tentang rejeki di masing-masing kantor, ada yang halal, haram atau abu-abu. Ternyata seru juga bahasan tentang ciri-ciri orang munafik ini sesuai dengan kapabilitas dan daya ingat masing-masing, hehehehe Menurut Uhe, orang munafik itu kafir.. makanya dia berpendapat kita tidak boleh menyolatkan orang muslim yang munafik. Lalu Muy berpendapat melalui kisah Rosul, katanya kita boleh menyolatkan orang muslim yang munafik, ditambah lagi beberapa pendapat dari puput dan Njul. Saya pun berpendapat kalo di Al-Quran tidak ada yang menyebutkan bahwa orang munafik itu pasti kafir. Perbincangan tentang orang munafik pun mengakhiri buka puasa bareng anak LSS itu di Semanggi, dan kami kembali pulang ke kosan masing-masing.

Tadi pagi selepas sholat subuh, seperti biasa saya melanjutkan bacaan tadarus saya… Saya selalu membaca al-quran bersama terjemahannya, karena target saya baca al-quran bukan hanya khatam membaca, tapi khatam membaca, merenungi dan memahami al-Quran. Akhirnya saya membaca surat al-Baqarah ayat 204-207 tentang keadaan orang munafik dan ternyata pendapat saya semalam keliru. Orang munafik itu tempatnya di Neraka Jahannam, terjemahan ayatnya : “Diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu,dan dipersaksikannya kepad Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling, ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya,dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan. Dan apabila dikatakan padanya “Bertakwalah kepada Allah”, maka bangkitlah kesombongannya yang menyebabkan berbuat dosa. Maka cukupla (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh Neraka Jahanam itu adalah seburuk-buruk tempat tinggal.”

Dalam hadist pun dijelaskan ciri-ciri orang munafik :

1. apabila berkata ia dusta

2. apabila berjanji dia ingkar

3. apabila berselisih dia berbuat jahat (HR. Al-Bukhari no. 89 dan Muslim no. 58)

Astagfirullah, mungkin sebagian keseharian kita masih terselip sifat-sifat munafik tersebut. Mudah-mudahan kita bisa saling mengingatkan dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin. Terimakasih buat teman-teman LSS yang semalem sudah membicarakan topik ini, jadi diingatkan kembali…. nuhun, Jzk.

Semoga kisah di bawah dapat jadi pedoman bagi kita agar tidak mensholati/berdoa bagi orang munafik yang sudah mati dan mati dalam kemunafikan.

Abdullah bin Ubay adalah termasuk orang (munafik) yang paling banyak menyakiti Nabi shallallahu alaihi wasallam. Ketika dia mati, anaknya, yaitu Abdullah bin Abdullah bin Ubay radhiyallahuanhu (dan dia adalah seorang sahabat) datang pada Nabi shallallahu alaihi wasallam agar Nabi shallallahu alaihi wasallam memohon ampun untuk ayahnya, Nabipun bergegas untuk memohonkan ampun baginya, tapi Umar radhiyallahuanhu melarang beliau, kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Aku dilarang untuk memohonkan ampun mereka sebanyak tujuh puluh kali, maka aku akan mohon lebih dari tujuh puluh kali, kemudian turunlah ayat: Janganlah kalian menshalati orang yang mati dari mereka selamanya, dan jangan kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya, sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik. [At-Taubah: 84] [lihat Shahih Bukhari 1/427 no. 1210 dan Shahih Muslim 4/1865 no. 2400. pent]

Advertisements
Comments
  1. nuraeni says:

    Berkah obrolan Buka puasa bareng ini sungguh bagus isi’a…

    bermanfaat untuk nambah wawasan & peringatan soal lidah (setiap perkataan adalah do’a)….

  2. seli_usel says:

    . terimakasih atas infonya.

  3. John says:

    Makasih atas infonya , Adria

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s