Mau dibawa kemana Negara ini???……

Posted: February 9, 2011 in sepenggal pemikiran

MG 7227

Entah apa yang ada dibenak para pemimpin kita saat ini, apakah mereka memikirkan bangsa ini?? Apakah mereka memikirkan nasib rakyatnya?? atau mereka hanya memikirkan karir dan kepentingan mereka sendiri???

“…Mau dibawa kemana Negara ini???…” Sepenggal pelesetan lagu yang lagi nge-trend saat ini 😀

Kenapa yah saya selalu sinis dan berpikiran negatif ke para pemimpin dan wakil rakyat??? apakah karena dari dulu saya tidak suka dunia politik??? ato karena pada faktanya para pemimpin dan wakil rakyat banyak yang tidak amanah??? Entahlah….

Dunia pendidikan makin berantakan, Konflik sosial bermunculan disana-sini, pengangguran dan kemiskinan semakin meningkat…. tapi yang kaya raya pun semakin menjadi-jadi. Apakah para pemimpin dan wakil rakyat melihat dan menyadari itu??? apakah mereka menyimak keadaan itu??? Ato mereka semua pakai kacamata kuda??

Teringat sepenggal kisah Khalifah Umar Bin Khatab yang saya dengar di suatu majelis minggu lalu, di kisah tersebut diceritakan.

Pada suatu malam sedang dia meronda di sekeliling kota dan kampung untuk melihat hal rakyatnya, dia terdengar tangisan anak-anak. Bliau pun menghampiri pondok buruk tempat tinggalnya anak-anak itu.

Dia mendengar ibunya menjerang sesuatu. Anak-anak tadi senyap seketika apabila melihat ibunya sedang memasak. Namun masakannya tidak siap-siap sehingga anaknya tertidur dalam kelaparan. Melihat keadaan yang menyayat hati itu, Sayyidina Umar memberi salam dan meminta izin untuk masuk. Wanita itu tidak sedar bahwa tamu itu ialah Sayyidina Umar. Sayyidina Umar bertanya tentang hal kehidupan wanita itu. Wanita itu mengadu bahwa dia dan anaknya sudah berhari-hari tidak makan. Apabila anaknya menangis hendak makanan, dia pura-pura memasak dengan memasukkan beberapa bongkah batu ke dalam kuali. Melihat keadaan itu, anaknya diam sebentar kerena menyangka ibunya sedang memasak sesuatu.

Wanita itu mengadu dan mengutuk Khalifah Sayyidina Umar kerana tidak bertanggungjawab terhadap rakyatnya. Mendengar kutukan wanita itu, Sayyidina Umar terdiam sejenak. Sebentar kemudian, dia memohon diri meninggalkan keluarga wanita itu. Dalam kegelapan malam, Sayyidina Umar terus menuju ke Baitul Mal lalu mengambil sendiri beberapa karung gandum untuk diantar ke rumah wanita itu.

Setelah sampai di rumah wanita itu, Saiyidina Umar memberi salam dan masuk ke rumahnya buat kedua kalinya. Dia mengambil gandum dari karung lalu terus memasakkan untuk wanita dan anaknya. Wanita itu masih tidak sadar bahwa orang yang datang membawa gandum dan memasak itu ialah khalifah sendiri. Setelah siap, Sayyidina Umar sendiri menghidangkan makanan untuk wanita dan anaknya.

Melihat mereka gembira dengan makanan, Sayyidina Umar merasa amat senang hati dan pergi dari situ. “Kalaulah Sayyidina Umar buat begini, alangkah baiknya….”, kata wanita itu tanpa menyadari orang yang berada di hadapannya ialah Sayyidina Umar sendiri.

Mungkin ini hanya sepenggal kisah yang hanya jadi angin lalu bagi orang-orang yeng tertutup hatinya.

Ya Allah, semoga Engkau segera menghadirkan seorang pemimpin yang amanah yang bisa memberikan segenap perhatiannya kepada rakyat yang dipimpinnya. Aamin.

Advertisements
Comments
  1. Kiyoshi says:

    hmm,,, alangkah lucunya negeri ini??

  2. Pria says:

    Yoi…. Alangkah Lucunya Negeri Ini….
    kalo para pejabat nonton film itu, mungkin ada yg tertawa melihat cerminan diri sendiri ato ada yg makin semangat bikin perubahan dan perbaikan

  3. Kiyoshi says:

    semangat sih ada,, cuman udah terlalu malas sepertinya.,..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s