Janji yang Terlupakan…….

Posted: November 18, 2010 in DuniaKuDuniaMuDuniaKita

Seketika saya teringat akan masa-masa kehidupan di kampus. Kurang lebih 5 tahun lamanya saya hidup di kampus Ganesha 10, begitu banyak hal dan pengalaman menarik yang saya dapatkan. Pengalaman itu bukan hanya dari bangku kuliah, pengalaman saya justru lebih banyak saya dapatkan dari luar ruangan kuliah, lab, ato ruang praktikum. Saya banyak mendapatkan pengalaman dari kehidupan berorganisasi dan kehidupan kampus.

Selama 5 tahun hidup di kampus, hampir setiap hari saya hidupnya di kampus, makan, tidur, mandi bahkan terkadang mencuci pakaian pun di kampus. Bisa dibilang 80% kehidupan saya selama kuliah saya habiskan di kampus, 10 % di rumah dan 10 % lagi berkegiatan diluar.

Pernah suatu pagi saya bertemu dengan Ibu sahabat saya dari SMA. Saat itu saya habis menginap di kampus, dengan hanya mengenakan kaos oblong warna biru, celana kain batik panjang dan sandal jepit saya berkeliaran di kampus pagi-pagi (belum mandi pula….hehehehe). Pas ketemu Ibu sahabat saya itu, si Tante dengan spontan terkaget-kaget melihat kondisi saya yang sangat kacau dimatanya. “Priiiiiii….. kamu tuh kuliah ato mau narik kuda…??!?!?!?!?! ” , hahahahaha, saya pun hanya bisa tersenyum dan tertawa mendengar candaan si Tante. “ya kuliah lah Tante….tapi emang kadang saya narik kuda juga kalo lagi iseng, hehehehehe.” jawab saya sambil bercanda. Pagi itu saya memang mau masuk kelas, karena ada kuliah pagi tapi semalamnya habis begadang, terlambat bangun, gak sempet mandi dan gak bawa baju ganti. Jadi saya kuliah hanya mengenakan kaos oblong, celana batik panjang dan sandal jepit….hehehehe. Itulah salah satu gambaran kehidupan saya di kampus.

Sisi lain kehidupan saya di kampus adalah kehidupan malam, bukan jadi pria malam yah, hehehe. Siang hari saya kuliah, sore mengajar les privat untuk nambah-nambah biaya kuliah dan untuk biaya jalan-jalan, maklum lah namanya juga mahasiswa. Makanya, saya menambah jam hidup saya di kampus di malam hari a.k.a begadang.  Biasanya saya begadang untuk menyelesaikan Tugas Akhir, kumpul-kumpul dengan teman-teman membicarakan kemahasiswaan, yang paling sering begadang ngobrol-ngobrol mengenai LSS.  Beruntunglah pada jaman saya kuliah, warung-warung di gelap nyawang buka sampai larut malam, kadang sampai subuh. Warung Ayam Cola si Rudi dan Warung Alm. Babeh adalah dua tempat favorit saya untuk ngobrol-ngobrol hingga larut malam ato subuh (biar sekalian sholat subuh di mesjid salman). Satu lagi tempat yang sering saya jadikan tempat iseng makan di tengah malam adalah Gorengan Uwa. Di Gorengan Uwa inilah saya paling sering mampir dan ngobrol-ngobrol dengan si Uwa, kadang ngobrol sampai subuh hanya untuk menemani si Uwa jualan gorengan, kadang mengangkat gorengan Uwa yang udah gosong karena tertidur, ato membangunkan si Uwa di waktu subuh.

Selain itu, masih banyak teman-teman saya ngobrol dimalam hari, ada Satpam-satpam yang dines malam, penjaga-penjaga Altim dan Albar, Abuy, petugas kebersihan kampus bahkan termasuk si Dona Artis kampus yang paling terkenal. Dari mereka saya banyak belajar banyak hal, terutama tentang hidup, kesederhanaan, mimpi, dan yang paling berharga adalah tentang rasa bersyukur. Dari merekalah saya banyak mendapat nasihat tentang pentingnya bersyukur atas apapun yang saya jalani dan saya dapatkan. Dari mereka juga saya banyak mendapat dorongan dan do’a untuk bisa mengejar dan mewujudkan mimpi-mimpi saya. Alhamdulillah, sebagian mungkin karena doa dari mereka lah saya bisa menjadi seperti saat ini.

Saya pun berniat pada diri saya sendiri, suatu saat saya ingin berbagi dengan mereka semua. Saya ingin mengadakan syukuran kecil-kecilan, makan-makan santai di Aula Timur atau barat ITB. Kapan lagi coba bisa meendapatkan akses gratisan ke Albar atau Altim kalo gak kenal ama mereka. Saya juga pernah berniat untuk membelikan jaket baru dan kupluk baru buat Uwa, sebagai salah satu rasa terimakasih kepada Uwa.

Dua niatan itulah yang saya anggap sebagai janji. Ternyata Janji itu sekarang menjadi Janji yang terlupakan…. Astagfirullah…. maapkan hamba ya Allah, selama ini saya terlupakan akan janji saya untuk berbagi dengan mereka, orang-orang hebat dengan kehidupannya, orang-orang hebat dengan kesederhanaannya, dan orang-orang hebat dengan rasa bersyukurnya.

Mungkin beberapa mimpi dan cita-cita saya tertunda atau terhambat untuk terwujud karena saya punya 2 janji yang terlupa ini…….. Astagfirullah ‘aladzim. Mudah-mudahan saya masih diberi waktu dan umur untuk memenuhi dan membayar janji saya ini, Aamin.

Advertisements
Comments
  1. Kiyoshi says:

    yu atuh,, tunaikan janji yang terlupakan,

  2. Pria says:

    Siip… segera dilaksanakan 🙂

  3. dhybikinbloglagi says:

    sok atuh kang.. dibayar.. hehehe

  4. seli says:

    . kenapa ko bisa terlupakan gitu
    . kan janji harus di tepati
    . kalau gak d tetapi dosa mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s