Dari Benci jadi Cinta….

Posted: November 16, 2011 in sepenggal pemikiran

Jaman kuliah dulu saya paling gak kuliah yang berbau konversi energi, Thermodinamika, MKE, Perpan, pokoknya semua mata kuliah yang berbau konversi saya gak suka dan gak menguasai. Alhasil, nilai-nilai mata kuliah itu pun nilainya merupakan rantai Carbon, alias “C”. Nah sekarang??? pekerjaan saya malah sangat berkaitan dengan masalah konversi energi. Alhamdulillah, ketika kita menikmatinya….. lama-lama mengerti juga tentang konversi energi.

Setelah lulus, saya sudah bertekad untuk menghindari kerja di Jakarta. Saya gak suka suasana kota ini. Panas, orang-orangnya emosian, macet dimana-mana, kriminalitas tinggi dan hal-hal negatif lainnya. Tapi apa mau dikata, takdir berkata lain, saya diterima kerja di Perusahaan yang sedang berjuang memenuhi rasio elektrifikasi hingga 100 %. 3 tahun sudah berlalu, dan sekarang saya hidup di Ibukota ini. Panas, sudah biasa….. Macet, bukan Jakarta namanya kalo gak macet……. Kriminal, alhamdulillah belum mengalami…… Tapi, lama-lama saya mulai menikmati dan mengikuti ritme kehidupan di Ibukota ini.

Jodoh….. Jodoh memang selalu jadi misteri ilahi, dulu dan sampai sekarang saya termasuk orang yang paling males pergi ke dokter atau minum obat kalo lagi sakit. Tiap kali saya sakit, saya selalu percaya dan meyakinkan diri sendiri kalau obat terbaik adalah immun tubuh kita sendiri, dan saya paling males minum obat karena obat malah bikin immun kita melemah. Itulah yang saya percayai hingga saat ini. Tapi, yang namanya jodoh memang sudah diatur ama Allah. Saya dipertemukan dengan seorang wanita yang ternyata berprofesi sebagai dokter. Insya Allah dalam waktu dekat ini, dokter tersebut akan menjadi pendamping saya dunia akhirat, yang akan membesarkan anak-anak saya nantinya, Insya Allah…. Aamiin.

Allah dan Al-Qur’annya memang tidak pernah bohong. Hal-hal yang tidak kita sukai mungkin itulah hal terbaik yang Allah kasih untuk kita, karena Allah selalu tahu apa yang terbaik untuk umatnya. Mudah-mudahan saya bisa amanah atas semua titipan-Nya. Aamiin.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS Al Baqarah, 2:21).

Mimpi-mimpi itu…..

Posted: October 12, 2011 in Cuma Nulis

“…Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia….”

Mungkin ini hanyalah sepenggal lirik lagu soundtrack Laskar pelangi, tapi ternyata mimpi itu indah….dan lebih indah lagi ketika mimpi-mimpi itu mulai terwujud satu persatu.

Read the rest of this entry »

Kemaren saya ama Mahmuy mengajak teman-teman LSS yang di Jakarta untuk buka puasa bareng di Semanggi. Pengumuman untuk buka bareng pun kita bikin di BB group ama Plurk. Tapi gak semua anak-anak LSS yang di Jakarta bisa ikut acara buka bareng itu, hanya 6 orang yaitu saya, Muy, Njul, Puput, Budi ama Uhe.

Kita janjian ketemu ba’da maghrib, biar makan-makannya gak keburu-buru dan bisa ngobrol santai. Tadinya kami berlima minus si Uhe, dia datangnya telat…. macet katanya, maklum ibukota gak pernah lepas dari kata macet. Kami ngobrol kesana-kemari dan sepakat gak ngobrolin tentang LSS, kebiasaan yang selalu aja ada kalo kita lagi ngumpul-ngumpul pasti aja ada obrolan tentang LSS. Tapi malam itu kita ngobrol bercanda kesana-sini, tentang kerjaan, rejeki di tempat kerja masing-masing, ngebahas penggunaan BB android ama iphone ampe ngobrolin juga masalah jodoh.

Read the rest of this entry »

Kekuasaan itu cenderung jahat, dan kekuasaan yang lama cenderung lebih jahat lagi. Semua orang cenderung pembantah, bahkan untuk sebuah kritikan yang positif, apalagi sebuah tuduhan serius berimplikasi hukum, lebih keras lagi bantahannya.

Bangsa yang korup bukan karena pendidika formal anak-anaknya yang rendah, tetapi karena pendidikan moralnya yang tertinggal. Dan tidak ada yang lebih merusak dibandingkan anak pintar yang tumbuh jahat. Orang-orang dewasa yang jahat sulit untuk diperbaiki meski dihukum seratus tahun, jadi berharaplah dari generasi berikutnya perbaikan akan datang.

Mudah-mudahan generasi itu segera muncul, biarlah saat ini generasi yang sedang berkuasa bobrok sebobrok-bobroknya. Kita ikhlaskan saja saat ini dan kita siapkan sebaik mungkin generasi 5, 10, 15 tahun dan seterusnya agar menjadi generasi yang bermoral bukan generasi yang korup, serakah harta, kekuasaan dan jabatan.

Kita lihat apa yang akan terjadi 5-10 tahun ke depan, apakah bangsa ini bisa bangkit dari masa-masa terendah seperti saat ini, ato malah makin terpuruk???

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”  QS 13:11

Pagi ini saya teringat kejadian 2 atau 3  tahun yang lalu ketika saya pergi ke PRJ bareng temen naik sepeda motor pinjaman. Di daerah Gunung Sahari, kami hampir tertabrak busway…. teman saya sampai panik, dan mencak-mencak “Priiiiiii…… urang acan kawiiin” itulah kalimat yang spontan keluar dari mulut teman yang saya bonceng. Saya hanya menjawab “Tadi geus sholat pan???” , “alhamdulillah geus” jawab temen saya.

Ketika saya mau pergi-pergi, saya selalu berprinsip yang penting sholat wajib sudah dilakukan, jadi bikin tenang pikiran dan perasaan kalau-kalau terjadi sesuatu dalam perjalanan, setidaknya saya sudah sholat.

Biasanya, saya suka melakukan Sholat jama takdim kalau mau pergi-pergi jarak jauh. Nah, kemaren pas saya pulang dari Sukabumi menuju Bandung terjebak macet di padalarang, jadi waktu sholat maghrib kelewat dan harus di jama takhir ama isya.  Pas mau sholat, makmum menanyakan ke saya, Maghrib dulu terus Isya kan ya? saya pun menjawab, kita Isya dulu baru Maghrib…. dan kita pun sholat jama takhir dengan urutan isya 4 rakaat baru maghrib 3 rakaat.

Pagi tadi setelah sholat subuh, si makmum menanyakan kembali tentang urutan sholat jama takhir, yang tadinya saya mau baca buku novel karya Tere Liye akhirnya jadi baca-baca buku kumpulan hadist Bukhori-Muslim dan buku Sudah Benarkah Sholatku karya Pak Aam Amiruddin.

Setelah saya cari-cari hadist yang menjelaskan tentang sholat jama takhir, akhirnya saya menyadari kalau urutan Sholat jama takhir yang saya lakukan salah, walaupun ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa urutan jama takhir tdk sesuai urutan waktu sholat tapi sesuai dengan jatuhnya waktu melakukan sholat jama takhir, jadi ketika sholat jama takhir Maghrib dan isya, urutannya isya dulu baru maghrib. Tapi riwayat hadist ini kurang shahih.

Dan berkata Abdullah bin Umar, ” Aku melihat Nabi SAW, apabila dalam perjalanan, Nabi SAW mendirikan Shalat Maghrib tiga raka’at kemudian salam, kemudian tidak berapa lama mendirikan sholat Isya dua raka’at.” (H.R Bukhori-Muslim).  Ini hadist yang saya temukan di buku kumpulan hadist Bukhori-Muslim hasil mencari-cari tadi pagi, tapi saya lupa halaman berapa. Kalau di buku Pa Aam, penjelasannya ada di halaman 203.

Alhamdulillah, ada yang mengingatkan…… Insya Allah saling mengingatkan itu indah.

Makasih untuk seseorang yang insya Allah nantinya akan saya imami yang sudah mengingatkan saya.

 

Dear diary……

Itu kata-kata pembuka yang biasa ditulis orang-orang yang punya buku diary. Dulu waktu jaman SMP sepertinya lagi booming yang namanya diary, mungkin sampai sekarang juga masih ada yang sering nulis di diary.

Buat saya, diary yang satu ini lain dari buku diary kebanyakan….. namanya buku “Diary Keuangan”

3 Tahun sudah saya curhat keuangan di Diary ini, Alhamdulillah….. Diary ini sudah banyak membantu saya membuat alokasi-alokasi dan rencana pengeluaran dan pemasukan keuangan setiap bulannya. Berkat Diary ini, saya bisa punya Nyai EOS, bisa beli si Merah antik, dandanin si Vejo, bisa liburan ke Belitung, bisa bantu-bantu orangtua, bisa bikin alokasi buat masa depan, dan alhamdulillah… berkat Diary ini juga saya bisa berangkat Umroh.

Dear Diary……. mudah-mudahan kamu gak bosen ya jadi tempat curhat saya, target berikutnya kamu bukan cuma jadi tempat curhat keuangan pribadi aja, tapi jadi tempat curhat keuangan keluarga, aamiin.

Wanita….

Posted: May 6, 2011 in sepenggal pemikiran

Wanita perlu taat kepada suami. Tapi tahukah, bahwa lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya…

Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada Lelaki. Tapi tahukah bahwa harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada Suaminya, sementara apabila Lelaki menerima warisan, Ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk Isteri dan anak-anaknya.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak. Tapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala umat, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini. Dan tahukah, jika ia mati karena melahirkan adalah Syahid dan Surga akan menantinya…

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggung jawabkan terhadap 4
wanita, yaitu:
1.Isterinya,
2.Ibunya,
3.Anak Perempuannya dan
4.Saudara Perempuannya.

Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, Yaitu:
1.Suaminya,
2.Ayahnya,
3.Anak Lelakinya dan
4.Saudara Lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu surga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 3 syarat saja, yaitu :
1.Sholat 5 waktu,
2.Puasa di bulan Ramadhan,
3.Taat kepada Suaminya, dan

Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Wanita yang mulia itu :
– Bersabar saat tertekan
– Tersenyum di saat hati menangis
– Diam saat terhina
– Mempesona krn memaafkan
– Mengasihi tanpa pamrih
– Bertambah kuat di dlm doa & pengharapan

Subhanallah, Allah menciptakan makhluk yang luarbiasa ini…. Semoga kaum wanita menyadari betapa mulianya mereka, dan kaum lelaki bisa lebih menghargai dan menghormati kaum wanita.

Jakarta menyambut pagi…

Posted: May 4, 2011 in Cuma Nulis

“Langit Biruuuuu…. hari ini aku mencoba mencariiii,..langit biruuuu”

Sepenggal lirik lagu soundtrack film kartun “Macross” kalo gak salah. Pagi ini langit Jakarta memang sangat cerah, biru sebiru-birunya dan udaranya pun cukup bersih. Hal yang langka terjadi di pagi hari.

Segarnya dan cerahnya pagi ini semoga bikin semangat beraktivitas hari ini.

Tadi pagi saya juga melihat fenomena alam yang sangat cantik pas lari pagi, melihat gugusan planet berbaris dan terlihat jelas di ufuk timur….andai aja punya teropong bintang, pasti bagus kalo di foto., gimana cara moto pake teropong bintang????

Kisah si Nasi Rawon….

Posted: May 3, 2011 in Cuma Nulis

Entah yang keberapa kalinya Ibu kos memasakkan makanan buka puasa untuk saya, mulai dari bistik sapi atau ayam, nasi goreng bumbu ikan teri dan terasi, lasagna, dan masih banyak menu lainnya. Kemarin sore, Ibu kos menyiapkan Nasi Rawon Telur asin untuk menu berbuka saya. Alhamdulillah, saya bersama seorang teman kosan dan si Ibu menikmati menu makan malam itu bersama.

Ternyata ini bukan Nasi Rawon biasa, ini adalah Rawon yang kaya cerita, kaya rasa dan kaya akan  cinta.

Ibu Kos saya ini adalah seorang perantau, si Ibu aslinya adalah orang Semarang tapi lama menghabiskan waktunya di pulau Bangka mengikuti Suaminya yang dinas di tambang Timah Bangka. Suami si Ibu suka sekali dengan rawon, dan di pulau Bangka jelas tidak ada makanan yang namanya Nasi Rawon.

Karena cintanya pada sang suami, akhirnya si Ibu pun belajar membuat Nasi Rawon dari Ibu mertuanya. Sampai akhirnya si Ibu kos bisa membuat Nasi Rawon kegemaran suaminya. Resep Nasi Rawon pun ternyata diturunkan ke anak pertama si Ibu, karena menantunya ternyata sangat suka sekali dengan nasi Rawon seperti Almarhum suami si Ibu kos.

Jadi, sampai sekarang resep nasi rawon yang enak itu sudah turun-temurun sampai ke generasi ke-3, luar biasa memang kekuatan cinta dalam nasi rawon.

Nah kalo saya sukanya apa yah???  Saya sangat suka sekali sama yang namanya Semur Terong dan sayur lodeh……. hehehehehe, mudah-mudahan “kisah Nasi Rawon” si Ibu Kos bisa jadi inspirasi untuk episode “Kisah Semur Terong dan Sayur Lodeh”.

“Emak tidur terus dok..posisinya selalu ngeringkuk gitu..ga mau makan..kalo mau makan pasti saya suapin terus.”
kalimat yg keluar begitu tulus dari seorang bapak,yang seolah-olah begitu mengenal si Emak.

Jika itu yg ada di pikiran anda, anda salah…
Bapak ini adalah penunggu pasien di sebelah Emak yang terus meringkuk. Emak adalah seorang tuna wisma, mungkin juga bukan. Yang pasti dia mengalami gangguan ingatan dan perilaku., dan tidak seperti pasien lainnya, Emak sendirian.

Bapak itu ingin sekali merawat si Emak seperti ia memperlakukan keluarganya sendiri, bahkan seperti ke ibunya sendiri. Subhanallah, mungkin itu kata yang tepat untuk menggambarkan ketulusan si Bapak.

Kita sendiri belum tentu seperti itu ketika memperlakukan orangtua sendiri.

Ketika diperhatikan lagi, si Bapak tadi sebenarnya sedang menemani istrinya yang ga bisa bangun dari tempat tidur, istrinya merasa gerah dan keringatan di bagian belakang badannya, bapak itu mengambil sebaskom air dan segera membasuhnya ke badan istrinya.

Jika diperhatikan, mata bapak itu tidak memperlihatkan mata yang lelah dan mengeluh.

Tulus dan sayang..

Dokter yang jaga ketika itupun langsung berkata kepada istri si Bapak tadi,

“Ibu pasti lebih cepet sembuh dirawat bapak daripada dokternya..bapak rajin,perhatian banget…”

Tidak semua orang bisa seperti Bapak itu…
Tidak semua orang tulus..
Tidak semua orang ikhlas…

Kebanyakan orang termasuk saya mungkin selalu membatasi kesabaran, padahal sebenernya jika kita bisa tulus dan ikhlas,sabar itu tak berujung dan sabar itu akan membentuk muara yang bernama ikhlas.

Terinspirasi dari sepenggal kisah seorang Dokter.

Belajar dan hikmah bisa datang kapanpun, darimana pun, dari siapa pun, bukalah mata kita, lihat sekeliling, dengar dan berbagilah.